Cerpen Valentine

 “Cinta Sejati”
Oleh :
Diamond, Shirex Holmes & Rain
 


Siang yang cerah namun terasa sejuk bagi jiwa-jiwa yang tenang. Ditaman ini taman yang tak terlalu luas namun kurasa mampu meluaskan fikiranku karena kenyamanannya, membuat siapa saja yang duduk diam ditanam ini pasti merasa dibawa terbang oleh angin yang menghembus lembut. Ya seperti siang ini.
            Seperti diriku juga yang sedari tadi khusyuk membaca buku berjudul “Ensiclopedi Cinta” entah mengapaaku tertarik saja membaca buku ini. Sesekali ku denggakkan kepalaku untuk merasakan sejuknya angin disiang ini, tepat kuberada dibawah pohon yang rindang, sejuk dan tenang. Lalu kuteruskan membaca buku ini yang kurasa semakin berlanjut kehalaman berikutnya semakin asik.
            Tapi sebentar, kurasa ada yang janggal dalam perasaanku. Aneh , kurasa seperti ada yang memperhatikanku , tapi saat kulihat semua orang disekelilingku mereka sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. “ah, mungkin perasaanku saja” tapi perasaanku seperti ada yang memperhatikanku dari belakang, tapi sipa? Ah sudahlah, aku tak ingin ambil pusing.
Baru saja aku akan menyibak kehalaman berikutnya tapi riana menggambar buku yang sedang ku baca. “Hei...hati-hati, nanti bukunya rusak” tegur aku “ah, ciee...ciee... ko kamu tumben baca buku tentang cinta, lagi jatuh cinta ya.......”
“Engga juga, aku Cuma tertarik aja sama judulnya...”
            Belum sempat ku lanjutkan alasanku teman-teman ku yang lain ikut menyerbuku. Yah itulah teman-teman kampusku yang kalo udah kumpul bakalan ngobrolin apa aja yang terbaru. Serunya, obrolan mereka tak pernah habis, setiap hari selalu seru, terkadang mereka juga membicarakan hubungan mereka dengan pacarnya, tapi tidak denganku.
            iya karena aku yang paling beda diantara teman-temanku ini, dari pakaian saja, aku lebih tertutup dengan hijabku dibandingkan dengan teman-temanku. Aku memang beebeda, aku lebih suka baca buku dari pada gosip, aku lebih suka menyibukkan diri dengan tugas akhir semesterku dari pada pergi ke mall dengan teman-teman. Aku lebih suka menyendiri dengan diriku. Yah inilah aku “Syaqilla”
 “eh girls. Gimana buat acara valentine besok ?, kalian mau pada ngapain sama pacar kalian ?.
            Tiba-tiba hani dengan semangatnya bertannya tentang acara valentine besok. Iya aku baru ingat, besok adalah valentine day kalo kata orang-orang sih hari kasih sayang. Valentine day adalah hari dimana setiap pasangan kekasih merayakannya denga bertukar kado, cokelat, berpesta dan lain-lain. Yang kurasa tidak ada manfaatnya sama sekali, justru menurutku hari itu adalah hari penuh kemasksiatan bagi mereka yang merayakannya.
            “Hei, Qilla. Ko kamu bengong sih, kenapa ? oh ia, aku baru inget Qilla kan ga punya pacar”
            “ih apaan sih, engga kali biasa saja. Lagi pula apa sih untungan pacaran ? dalam islam juga pacarankan dilarang, lagian juga ngerayain valentine itu Cuma bisa ngabisin duit, mending juga duitnya ditabung”
            “ah syaqilla       bisa aja, mulai deh dia berdalil”
            “iya deh, iya bu ustadzah.” Hahahahaha :D
Tawapun meledak diantara kita, seperti biasa hal-hal itu kita anggap bercanda, namun ditengah asiknya tertawa, tiba-tiba ku terdiam, perasaanku akan hal itu muncul lagi, perasaan seperti diawasi. Namun entah, mungkin itu hanya halusinasiku saja.
            “Qil, ko kamu tiba-tiba diem sih, kaya orang kebingungan gitu, nyari siapa sih? “tanya seli penasaran.
            “oh. Engga ko, ngga nyari siapa-siapa, ya udah kita ke kelas aja yuk, kayaknya bentar lagi kelasnya dimulai deh...
” ajakku sambil beralasan.
            “Yuk !!!” akhirnya kita pergi meninggalkan tempat yang penuh dengan ketenangan itu.

14 Februari, Pukul 04:00
            Pagi yang sejuk, waktu yang tepat untuk memejamkan mata sejenak meraskan kedamaian dipagi hari sambil berdiri, aku sengaja membuka jendela lebar-lebar jendela kamar ku agar aku bisa merasakan sejuknya angin subuh, mataku masih terpejam, aku masih berdiri. Tiba-tiba aku meras dadaku berdebar lebih kencang seperti ada sesuatu yang akan terjadi. Aku berusaha menenangkannya lagi dengan bergegas bersipa-siap ke kampus.
Pukul 08:15
            Seperti biasanya, sambil menunggu kelas dimulai, sambil menunggu teman-temanku datang, aku sempatkan untuk membaca buku dikelas, sendirian.
            Tiba-tiba teman-temanku menyerbu berdatangan dari luar, seperti biasanya pula selalu diiringi dengan tawa dan obrolan-obrolan seru.
            “pagi...putri Aqilla...”.Senyum mereka mengembang menyapaku.
            “pagi juga putri-putri jelita”.
            “eh, gimana kado valentine nya ? tau ga sih...
            semalem aku dapet bunga, cokelat, dan yang paling berkesannya aku dapet ini dari pacarku......cincin....”
dengan histeris dan penuh semangat sambil menunjukan cincin dijarinya, Rina menceritakan kejadian-kejadian yang dinaggapnya sangat romantis di hari valentine nya dengan kekasihnya. Dilanjutkan oleh sela yang tak kalah heboh memamerkan apa yang kekasihnya berikan, mereka sibuk menceritakannya, membuat kegaduhan diruangan ini. Hingga akhirnya dosen kami datang dan memulai kelas hari ini.
            Satu jam, kelas telah usai. Seperti biasa aku menyimpan buku-buku tebal ku ke loker. Dengan santai ku melangkah menelusuri koridor yang ramai itu, tiba-tiba dadaku terasa berdebar lagi. “Apa ini ? ada apa sebenarnya ?”     aku bertannya-tanya dalam hati, sambil terus berjalan menuju loker didepanku. Tanganku ikut bergetar saat membuka loker itu. Ketika ku buka loker itu, ada yang berbeda dengan isi lokerku, ada kotak kecil berwarna merah serta diikat pita yang indah disana. Aku semakin bertanya-tanya “ Kurasa ku tak pernah membeli kado cantik ini, seingatku terakhir kali ku membeli kado untuk sela pada bulan yang lalu” batin kuterus berucap laluku buka kotak itu dengan hati-hati, yang membuatku terheran-heran dalam kotak itu hanya terdapat amplop berwarna pink, akhirnya kuambil isi amplop tersebut.
            Ternyata isinya sederhana saja bagi yanng melihatnya, namun bagi yang menerimanya sungguh ini tidak sederhana, surat itu bertuliskan “ WILL YOU MARRY ME  “ =)  sudah itu saja.
            Dada yang masih berdebar tak terasa bibirku mengembang membentuk senyuman, “benarkan ini untukku ?”. akhirnya kubawa pulang amplop itu dengan perasaan senang.
            Setibanya dikamarku, aku masih merasa senang setelah mendapat surat itu, tapi dari siapa ? tak tercantum jelas sebuah nama disitu.
            berkecamuk pertanyaan dalam senyuman, tiba-tiba..... “Qilla”...suara hati memanggil. “sini nak ada tamu untuk mu, menunggu diruang tamu.
            Setidaknya disana, kulihat abi berbincang dengan seorang laki-laki. Siapa laki-laki itu, ku rasa tak asing. Ku rasa aku pernah melihatnya, pertanyaan batinku. Abi mempersilahkan kami duduk tampa basa-basi abi berkata
“Qilla putriku, perkenalkan tamu ini bernama Faisal. Sebenarnya ia bukan orang asing bagi abi, abi sudah mengenalnya sejak lama, biarkan nak faisal sendiri yang menjelaskan maksud kedatangannya” tutur abi dengan senyuman.
            “Baiklah, Aqilla saya Faisal, sebenarnya saya sudah lama mengenal anti (Aqilla) saya mengetahui anti karena kita dalam satu organisasi pers & jurnalistik dikampus kita (OPK). Saya mencari tahu tentang anti dan yang membuat saya makin tahu ketika saya sudah dikenalkan oleh ustadz-ustadz kita dikampus padi abi Abdullah ini, seiring berjalannya waktu perasaan saya semakin berbeda pada anti, semakin kuat. Hingga saya memutuskan hari ini untuk meng-khitbah anti. Maukan anti menerima khitbah dari saya ? “
            Tutur kata yang lembut membuat ku tak bisa menahan rasa dihati ini. Nyata nya aku hanya bisa tersenyum sebagai tanda bahwa aku menerima khitbah dari nya.
            karena aku yakin inilah cinta sejati, semata mata dari Allah bukan dari nafsu bahkan kata-kata belaka. Tapi ini cinta yang kan abadi sampai syurga-Nya nanti.
Tamat.... :D


Baca Juga : Permainan Tradisional

Komentar

Posting Komentar